Semoga Jangan seperti di Brasil

Mengenal Teknologi VAR di Piala Dunia U-17, SDM Indonesia Belum Ada yang Punya Lisensi

snackonasmack.com – Pelatih kepala Bali United, Stefano Cugurra yang karib disapa Teco, mengomentari teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang segera diimplementasikan di kompetisi BRI Liga 1 2023/2024.

Teco pun membandingkan teknologi VAR yang sudah dipakai di negara asalnya, Brasil, di kompetisi Serie A Brasil.

Teco mengatakan bahwa di Brasil ada banyak kasus ketika wasit sangat lama mengambil keputusan setelah melakukan peninjauan VAR.

Teco tak ingin hal seperti itu juga terjadi di Liga 1 ketika sudah ada VAR.

“Semua tergantung nanti siapa yang lihat VAR, siapa nanti yang punya keputusan di dalam VAR. Mudah-mudahan ketika sudah terjadi, Liga Indonesia bisa menjadi lebih bagus, bukan malah menimbulkan lebih banyak polemik,” tutur Teco kepada awak media, Jumat (8/12).

Pelatih kepala Bali United, Stefano Cugurra alias Teco. [ANTARA/HO-Bali United]

“Di Brasil, kadang-kadang keputusannya lama sekali, bisa delapan sampai sembilan menit buat wasit sampai mengambil keputusan. Saya pikir ini sangat buruk jika pemain menunggu untuk waktu yang lama,” imbuh eks pelatih Persija Jakarta itu.

PSSI sendiri sudah serius menyiapkan perangkat pertandingan untuk siap memegang VAR. Saat ini, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 sudah berinvestasi Rp100 miliar untuk membeli 15 alat VAR.

Ada tiga alat yang kemungkinan tak pindah dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Stadion Manahan dan Stadion Kapten I Wayan Dipta. Sementara 12 alat lain akan berputar sesuai jadwal.

“Mudah-mudahan di Indonesia orang-orangnya sudah dilatih. Ya, harus latihan sebelumnya agar tidak ada buang-buang waktu saat permainan,” ucap Teco.

Ada tiga wasit Indonesia yang sudah terlibat langsung dalam proses keputusan VAR di Piala Dunia U-17 2023 yang dihelat di Tanah Air baru-baru ini. Mereka adalah Aprisman Aranda, Thoriq Alkatiri dan Yudi Nurcahya.

VAR Training tahap kedua diketahui digelar di Jakarta pada 4-19 Desember 2023. Kegiatan ini diikuti 18 wasit, 36 asisten wasit.

#Semoga #Jangan #seperti #Brasil

Sumber : www.suara.com